Dictawave

Teks dari Rekaman Tidak Terkompresi

Transkripsi rekaman WAV 48 kHz dan 24-bit dari perekam lapangan dan audio interface, dengan stempel waktu. Unggahan sampai 100MB per file, tanpa konversi.

Tanpa daftar · 99+ bahasa · Hingga 0.5 GB per file

—
hours transcribed
—
files transcribed
—
users

Apa itu alat transkripsi WAV?

Transkripsi file WAV mengubah rekaman WAV tidak terkompresi menjadi teks, termasuk file 48 kHz dan 24-bit yang dihasilkan perekam lapangan dan audio interface. Tidak ada konversi ke format terkompresi lebih dulu, jadi transkripsi berjalan pada audio aslinya. Seri wawancara, sesi sejarah lisan, dan rekaman ruangan kembali sebagai teks berstempel waktu yang bisa dikoreksi lalu diekspor.

Mengapa memilih alat transkripsi WAV?

Diarahkan pada rekaman yang dibuat dengan mikrofon, bukan ponsel: gema ruangan, dua pembicara berseberangan meja, perekam yang dibiarkan menyala. File diunggah sebagaimana direkam, bahasa yang diucapkan dideteksi, dan tiap baris membawa waktunya, sehingga kutipan bisa diputar dalam audio aslinya. Rekaman aslinya tetap tersimpan seperti semula.

File WAV besar menumpuk di drive tanpa satu pun transkrip?

Perekam lapangan menghasilkan berjam-jam audio bersih tanpa indeks. Memutar berarti menyisir gelombang suara, dan kutipan harus ditemukan lewat pendengaran sebelum bisa diketik. Mengubah WAV ke MP3 lebih dulu menambah salinan lossy tanpa mengubah ucapannya. File asli diproses, teks berstempel waktu dikembalikan, dan rekamannya tidak disentuh.

Apa yang membedakan alat transkripsi WAV?

Menjaga rekaman asli sebagai acuan. Stempel waktu menunjuk kembali ke file tidak terkompresi, dan tidak ada MP3 perantara antara mikrofon dan transkrip.

WAV tidak terkompresi diunggah apa adanya

Stempel waktu mengikat ke file asli

Label pembicara untuk wawancara dua orang

Cara memakai alat transkripsi WAV dalam 3 langkah

  1. 1

    Unggah file WAV

    Tambahkan file dari perekam lapangan, audio interface, atau ponsel, atau tempel tautan ke WAV yang sudah dihosting.

  2. 2

    Pastikan bahasa rekaman

    Deteksi menangani sesi satu bahasa; atur bahasanya bila rekaman diawali gema ruangan atau memadukan dua bahasa.

  3. 3

    Periksa transkripnya

    Cocokkan nama dan istilah teknis dengan audionya, lalu ekspor teks untuk berkas wawancara atau SRT untuk subtitel.

Mulai dari satu sesi panjang di arsip dan bandingkan drafnya dengan rekaman. File diterima seperti yang ditulis perekam, tanpa salinan terkompresi di antaranya.

Transkripsi audio WAV

Kata pengguna tentang alat transkripsi WAV

“Lecture recordings finally became searchable notes instead of hours of audio.”
Early access user · Graduate student
“I stopped taking notes in calls and started reviewing transcripts instead.”
Early access user · Product manager
“The timestamped transcript cut my editing pass roughly in half.”
Early access user · Podcast editor
“Finding a quote in a 90-minute interview now takes seconds.”
Early access user · Journalist
“Speaker labels make multi-person interviews far easier to code.”
Early access user · Researcher

Pertanyaan umum tentang alat transkripsi WAV

Apakah file 24-bit dan 48 kHz didukung?

Ya. File 48 kHz dan 24-bit, yaitu pengaturan umum pada perekam lapangan atau audio interface, bisa diunggah langsung. Tidak perlu diturunkan ke 16-bit atau diubah laju sampelnya lebih dulu. Transkripsi bekerja dari file apa adanya, sehingga rekaman asli tetap menjadi acuan untuk pemeriksaan berikutnya.

Mengapa tidak mengubah WAV ke MP3 lebih dulu?

Konversi ke MP3 menambah satu generasi lossy dan satu file lagi yang harus dirawat, tanpa membuat ucapan lebih mudah dikenali. File tidak terkompresi yang dipakai, jadi audio yang sampai ke pengenal adalah audio yang direkam. Itu juga menghindari godaan menghapus file asli setelah salinan kecil dibuat.

Seberapa besar file WAV yang bisa diunggah?

Batas unggahan 100MB, yang pada 48 kHz dan 24-bit setara beberapa jam audio stereo; ucapannya diproses sampai tiga jam. Rekaman satu hari penuh biasanya melewati kedua batas, jadi sesi sebaiknya dipecah di jeda alami, misalnya akhir satu wawancara, sebelum dikirim.

Bisakah dua pembicara di satu meja dipisahkan?

Bisa, bila pemisahan pembicara diaktifkan. Giliran bicara diberi label, dan itu penting untuk wawancara yang pertanyaan serta jawabannya harus tetap terpisah. Suara yang bertumpuk dan pembicara yang menjauh dari mikrofon tetap kasus sulit, dan bagian itu layak didengar sebelum transkripnya dikutip.

Apakah transkrip menyimpan stempel waktu?

Setiap bagian membawa waktu kemunculannya di rekaman, dihitung dari awal file. Pemeriksa karena itu bisa melompat ke satu frasa di WAV asli, yang berguna ketika nama atau angka diragukan. Transkrip dan rekaman tetap sejalan meski sesinya panjang.

Apakah susunan kanal memengaruhi hasil?

File mono dari satu mikrofon adalah masukan paling sederhana. File stereo diproses apa adanya, tetapi bila satu kanal berisi pembicara berbeda, memisahkan kanal menjadi file sendiri bisa memberi transkrip lebih bersih daripada mengirim trek gabungan, dan tiap bagian lalu mendapat label pembicaranya sendiri.

Seberapa akurat transkripsi audio lapangan yang bersih?

Audio bersih dengan derau rendah dan mikrofon dekat memberi hasil terbaik, dan itu kasus biasa pada perekam lapangan. Aksen, ucapan yang bertumpuk, dan kosakata khusus tetap perlu diperiksa. Mendengarkan sebentar sambil mengikuti stempel waktu cukup untuk memutuskan apakah sesi perlu dikoreksi menyeluruh.

Bisakah transkrip diekspor untuk keperluan riset?

Teks biasa bisa diekspor untuk pengodean, pengutipan, atau pengarsipan, dan SRT tersedia bila rekaman akan terbit dengan subtitel. Karena file aslinya tidak berubah, arsip bisa menyimpan WAV bersama transkripnya, dengan stempel waktu sebagai penghubung antara pernyataan dan audionya.